NAIK KERETA API, NGGAK TUT! TUT! TUT!

Pengalaman pertamaku naik kereta adalah perjalanan dari Stasiun Gondangdia ke Stasiun Bogor 2013 lalu. Waktu masih mahasiswa, Aku ikut kegiatan Kemah Kepemimpinan Menjadi Indonesia di Wisma TEMPO Sirnagalih. Itu pun bukan naik kereta api seperti yang dibayangkan. Nggak ada suara tut-tut-tut-nya. Hehehe.

Screenshot_20171211_134559
Stasiun Jatinegara.

Waktu itu rasanya mevvah sekali. Aku orang Medan nggak terbiasa naik kereta api, berdiri pula. Kampungku berada di pegunungan, tempat lautan kopi berasal, Kopi Sidikalang. Melihat kereta api itu bagi kami hanya dongeng. Meskipun secara sejarah, Sumatera Utara kaya dengan Perkebunan Tembakau Deli yang pakai kereta api sebagai moda transportasi utama.

Setelah hijrah ke Jakarta tahun 2015, siapa sangka setiap hari Aku naik kereta ke kantor. Commuter Line-KRL sih. Kalau pagi ditelpon Mamak, dia kaget Aku kasih tau naik kereta. “Kapan kau beli kereta?” tanya Mamak. Di kampungku kereta itu adalah sebutan untuk sepeda motor. Hehehe.

Di kereta listrik yang sudah canggih, dingin, pintu otomatis, dan dibedakan gerbong laki-laki dan perempuan, Aku banyak-banyak-banyak belajar. Lucu, ngeri, takut, gemas, rindu, pengen ngatain orang, bau, sedih, ketawa, haru, marah, kaget.

Biasanya Aku naik kereta jam 7.38  dari Stasiun Kramat dengan KRL tujuan Stasiun Depok. Dari Stasiun Kramat, biasanya aku naik di gerbong nomor tiga. Ketika naik, aku akan menjumpai wajah-wajah yang awalnya asing. Tapi, sekarang mereka sama sekali nggak asing. Tau, tapi nggak kenal.

Ada mbak-mbak yang beralis tebal dan lipstik merah terang akan turun di Stasiun Kampungbandan. Dugaanku dia kerja di daerah Mangga Dua. Ada mas-mas bertopi, jenggot yang mulai menebal, dan sepatu karet kayak abang ojek, selalu turun di Stasiun Rajawali. Mungkin dia kerja di sekitar Gunung Sahari. Semua ini sih dugaan. Karna kami sama-sama tahu, tapi nggak saling kenal. Tak ada yang mau memulai percakapan duluan.

Dari Stasiun Kramat, Aku akan melewati Stasiun Gang Sentiong, Pasar Senen, Kemayoran, Rajawali, Kampung Bandan, baru-baru ini berhenti juga di Stasiun Angke, Duri, berhenti di Stasiun Tanah Abang, kemudian transit di peron 5 atau 6, nyambung kereta ke Stasiun Palmerah.

Biasanya di Stasiun Duri akan naik banyak sekali orang dari Tangerang. Biasanya di ujung gerbong kedua, dekat dengan tangga di Stasiun Tanah Abang segerombolan bapak-mas-ibu-mbak yang sepertinya sudah akrab sekali naik bersamaan. Dengan tanpa rasa bersalah akan ngobrol sedikit berteriak. Mereka sih nggak peduli. Cuma orang-orang aja yang ngelihatin. Dugaanku semua terganggu. Males cari ribut aja. Dugaanku mereka pedagang di Pasar Tanah Abang. Dugaan semua nih.

Untungnya jalur kereta yang Aku lewatin nggak semenakutkan jalur Bogor dan Bekasi. Jalur sana, duduk itu hanya mimpi. Berdiri tanpa bergesekan satu sama lain aja, juga khayalan.

Processed with VSCO with  preset
Duduk adalah ke-mevvah-an.

Aku biasanya memilih menerima nasib. Aku bisa paham perjuangan pejuang-pejuang kereta ini. Pagi-pagi sekali, mereka sudah berangkat dari rumah. Setelah magrib baru keluar dari kantor. Nyampe rumah pasti hampir tengah malam. Begitu setiap hari berulang.

Selalu salut sama pejuang yang sempat membaca buku, menonton drama Korea, bertelepon, jambak-jambakan, hingga berpeluk-kasih di tengah hiruk-pikuk ketiak basah pejuang lainnya.

Salut juga sama mbak-mbak yang bertekak sama penumpang lainnya karena nggak mau ngasih tempat duduk pada kakek-kakek. Apalagi sama mas-mas yang sanggup pura-pura tidur, pake headset, jaket hoodie, hidung ditutup masker, tapi tahu kapan dan di mana dia akan turun. Hanya mereka dan Tuhannya yang tau.

 

2 thoughts on “NAIK KERETA API, NGGAK TUT! TUT! TUT!

  1. Apa kubilang… Kalian itu orang2 tangguh. Saya bahkan sehari aja dah gak kuaaattt. Mo pulang k maumere yg kmana2 5 menit saja… Semangat d takdir perjuangan kalian y dek…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s