SUSAH AIR

Beberapa hari lalu, Aku buat polling kecil-kecilan di Instagram story (bisa lihat isi pertanyaannya dan hasil yang diisi sekitar 70-an orang). Pasti nggak semua orang mengisi dengan serius polling ini. Ya, namanya sosial media.

Screenshot_20181023_210023
Sobat netijenku memang super!!!

Tapi gaes, di Indonesia bagian kakiku menjejak sekarang, kami mengalaminya. Setiap hari air susah. Ehmm, mungkin kalau musim hujan aja yang agak nyantai sedikit. Tampung air di bak. Bisa deh mandi, masak, sikat gigi, juga berak lancar. Nggak takut air kurang pas cebok. Wkwk.

Aku sekarang tinggal di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Berada di Pulau Timor, sekitar 2.5 jam dari Kupang, ibu kota Propinsi NTT. Pulau Timor terbuat dari timbunan karang, bentuk tanahnya sponge sehingga minim penyerapan air.

Processed with VSCO with hb2 preset
Hutan Bu’at. Meranggas di musim kering.

Di Soe, ibu kota kabupaten, Aku nge-kost. Air di kost tidak pernah bermasalah. Opa kost tengah malam selalu menampung air di fiber dan sumur sebagai cadangan. Tapi, Oktober adalah puncak musim kering. Tetap saja air susah. Tampungan air menipis.

Setiap hari Aku harus menimba air dari sumur. Temanku bilang: hitung-hitung ganti olah raga. Olah raga pala lo peyang?! Kalau air sumur habis, terpaksa beli air. Beli air! Mending ada yang jual air, kalau warga yang di desa? Boro-boro beli air, buat makan aja susah sist!

Processed with VSCO with hb2 preset
Timba terosssss!

Anak-anak, remaja, sampai orang tua memikul air di pinggir jalan bukanlah pemandangan yang asing. Cuma, biasanya anak-anak yang jadi korban nih. Sebelum pergi ke sekolah, mereka harus menimba air dari kali (sungai). Di desa, kali jaraknya sekitar 6-8 kilometer dari rumah. Bayangkan, setiap pagi harus jalan sekian kilo itu, hanya untuk ambil air!

Processed with VSCO with hb2 preset
Pikul air, biar sehat! 😦

 

Belum lagi mereka diwajibkan membawa se-jeriken air ke sekolah oleh gurunya. Katanya untuk mengisi bak air di sekolah. Kan lucuk ya! Masa mereka yang harus isi bak air sekolah. Hellawww!

Pulang sekolah, mereka membantu mama bapa di kebun. Untuk menyiram tanaman, mereka juga harus jalan berkilo meter ke kali. Syukur kalau kebun dekat (dekat orang sini hitungannya kilometer coy!), tapi kan tak semua kebun dekat dari kali. Pulang dari kebun, anak-anak masih harus mengambil air ke kali untuk keperluan memasak makan malam. Biasanya mereka akan sekalian mandi sore.

Kalau mata air masih berbaik hati, rutinitas ini dilakukan setiap hari. Tapi, kalau memasuki puncak musim kering, sekitar Agustus-Oktober, kali sudah dipastikan kering. Mereka harus mencari kali lain, yang mungkin jaraknya bisa puluhan kilometer. Di sini, hujan memang hanya sekitar dua bulan aja turunnya. Selebihnya musim kemarau. Kebayang nggak keringnya?

Processed with VSCO with hb2 preset
Ini adalah Danau Fatunausus, Desa Fatumnasi. Salah satu destinasi pariwisata di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Siapa sangka danau bisa mengering begini? Kalian bisa googling untuk lihat kondisi sebelumnya.

Petani kebanyakan menanam jagung. Karena jagung tak butuh banyak air untuk tumbuh. Jagung tua juga bisa disimpan hingga panen pada tahun berikut. Sehingga cukup untuk persediaan makan setahun. Ya, memang mayoritas makanan pokok adalah jagung nasi. Itu loh, jagung yang dicampur nasi. Sawah adalah pemandangan langka. Jadi beras pasti dibeli.

Belakangan ini, berbagai lembaga swadaya masyarakat mulai masuk ke desa-desa dengan model pertanian yang beradaptasi pada perubahan iklim. Musim kering sepanjang tahun tak boleh jadi penghalang produktivitas. Tanam air digalakkan di desa-desa. (Iya, Aku juga baru dengar tanam air di sini)

Jadi, kalau kalian memang bisa melakukan rutinitas menimba air SETIAP HARI, kuakui kalian memang RUAR BIASA sobat netijen! Semoga ibu bumi selalu memberi air bersih yang melimpah di tempat kakimu menjejak! Supaya tak merasakan kamuflase berolah raga (pikul air) setiap hari.

Processed with VSCO with hb2 preset
Air Terjun Oehala, salah satu mata air yang mengalir sepanjang tahun.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s